Rabu, 08 April 2009

Fenomena Kegagalan Karyawan Baru

Fenomena Kegagalan Karyawan Baru
Sering kali kita mendapati karyawan yang baru masuk ke dalam suatu perusahaan hanya bertahan dalam jangka waktu yang pendek saja. Jika hal ini terjadi terus menerus tentunya kurang bagus, karena biaya dalam merekrut dan melatih karyawan baru tidaklah murah.

Lalu apa alasan kegagalan karyawan baru? Berikut ini adalah beberapa alasan utama yang saya temui, berikut solusi yang memungkinkan.
No Match
Alasan yang utama adalah kesalahan rekrutmen. Ini adalah kesalahan dari pihak perusahaan, dalam hal ini divisi SDM maupun manajer yang melakukan seleksi. Setelah direkrut, ternyata karyawan ini tidak memiliki skill maupun kualifikasi seperti yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.

Kesalahan ini bisa muncul mungkin karena CV yang menggiurkan dari pelamar, serta ditambah performa pelamar yang meyakinkan pada saat wawancara. Padahal dari wawancara saja belum bisa menentukan skill seseorang secara akurat. Solusi dari masalah ini adalah, pada saat wawancara Anda harus menanyakan hal-hal yang berkaitan langsung dengan masalah pekerjaan ataupun menguji skill-nya langsung di tempat.

Lack of Mentoring
Alasan lainnya yang mengakibatkan karyawan gagal adalah ia kurang memperoleh bimbingan yang tepat mengenai pekerjaannya, sehingga kurang bisa masuk dan beradaptasi dengan pekerjaan yang baru.

Kesalahan ini muncul karena pemimpin kurang memberikan arahan yang jelas, dan membiarkan karyawan baru untuk tidak terdampingi dalam menghadapi pekerjaan barunya. Solusi yang tepat adalah menyediakan asistensi bagi karyawan baru, sehingga ia bisa beradaptasi dengan lebih baik dengan pekerjaannya. Sementara itu, karyawan baru sendiri juga harus lihai dalam berusaha beradaptasi dan belajar mengenai pekerjaan barunya.

Lack of Recognition
Kurangnya penghargaan yang diperoleh karyawan terhadap usahanya bisa jadi alasan utama yang mengakibatkan karyawan hengkang. Penghargaan disini bisa berarti bahwa kontribusi kerjanya kurang diperhitungkan, sistem penilaian kinerja yang kurang fair, hingga kurangnya kesempatan karir.

Solusi yang tepat adalah dengan menyediakan sistem reward dan recognition yang fair, serta menciptakan jenjang karir yang menarik bagi karyawan.

Tidak ada komentar: