T I P S D A N T R I K S
TIPS MENGISI ULANG TINTA PRINTER YANG AMAN
Harga Tinta Catridges Printer yang kita gunakan boleh dikatakan sangatlah mahal dibandingkan dengan Sebuah printer baru yang kita beli. Pada umumnya produsen printer sengaja memberikan harga yang murah pada printer produksinya, akan tetapi begitu tinta printer yang disertakan pada printer baru tersebut habis, disitulah kita berpikir dua kali untuk mengganti PRINT HEAD cartridges yang ORIGINAL. Harga cartridges yang original boleh dikatakan adalah separuh harga printer baru yang kita beli, sebagai contoh kasus adalah seperti yang teman saya alami, begini.., beberapa waktu lalu teman saya membeli sebuah printer bermerk CANON type IP1800 yang saat itu merupakan printer idola dengan harga yang cukup lumayan, teman saya membeli printer itu dengan harga US$ 49,5 atau sekitar 500.000,- an rupiah, selang beberapa minggu teman saya menggunakan printer tersebut, PROGRAM PRINT DOCUMENT yang menjadi satu dengan DRIVER printer tersebut mengeluarkan peringatan bahwa tinta printer yang teman saya gunakan hampir habis, padahal teman saya itu baru mencetak DUA BUAH FOTO ukuran A4 dengan kertas Glossy. Mengapa hanya sedikit sekali isi tintanya pikir saya. Sebelum jauh lagi teman saya menggunakan printer itu, saya menyarankan untuk mencoba bertanya ke toko tempat teman saya membeli printer tersebut, saya dan teman saya tersebut pergi berdua ke toko tersebut setelah tiba disana menurut penjual printer tersebut TINTA CARTRIDGES yang dibeli satu paket dengan printer tersebut TIDAK DIGARANSI, uh.., pantas harganya murah pikir saya, dan ketika saya tanyakan harga cartridges original kepada toko tersebut harganya 275.000,- rupiah satu set (Terdiri dari dua cartridges yaitu hitam dan warna) wow.., harga cartridges original sama dengan setengah harga printer yang dibeli teman saya beberapa waktu lalu, akhirnya saya sarankan untuk membeli tinta suntik saja.
Teman saya menyuntik sendiri tinta cartridges yang habis tersebut, tetapi apa yang terjadi..?, printer tersebut menjadi macet dan tidak mau melakukan tugasnya, teman saya langsung menghubungi saya dan menceritakan kepada saya tentang kerusakan printer tersebut, saya pun bergegas ketempat teman saya ternyata yang membuat printer tersebut tidak berfungsi adalah software printer tersebut terus menerus mengeluarkan peringatan bahwa tinta pada cartridges telah habis dan pencetakan tidak bisa dilakukan, pada dialog software tersebut hanya ada pilihan CANCEL PRINTING tidak ada yang lain. Padahal kalau secara fisik tinta tersebut penuh sebab baru disuntik, dan kalau saya tempelkan tisue di printhead nya semua warnanya keluar. singkat cerita printer tersebut sekarang telah berfungsi lagi seperti semula, mengapa bisa demikian..?, dibawah ini saya berikan TIPS untuk menyuntik Cartridges Tinta dengan aman agar tidak terjadi hal seperti yang dialami oleh teman saya tersebut.
Sebelum Anda menyuntikan tinta printer, Matikan dahulu printer anda kemudian putuskan hubungan printer dengan komputer dengan cara mencabut kabel yang menghubungkannya, bila printer berjenis USB cabutlah kabel USB tersebut, bila berjenis PARALEL cabutlah kabel Paralel tersebut.
Hidupkan printer Anda, dan bukalan COVER nya untuk melepas Cartridges yang akan disuntik. Setelah cartridges yang akan kita suntik dikeluarkan putuskan aliran listrik tanpa menutup COVER tadi, jadi posisi cartridges tetap berada pada posisi RELOAD. Sekarang suntiklah Cartridges tersebut, setelah itu taruh kembali cartridges tersebut pada tempatnya dalam kondisi printer mati, COVER tetap terbuka, dan posisi tempat cartridges berada pada posisi RELOAD.
Setelah Cartridges diletakkan kembali ketempat semula, Tutup COVER printer sekarang hidupkanlah printer Anda, setelah Printer dihidupakan maka printer akan membawa Cartridges keposisi UNCLOG dan siap untuk mencetak. Matikan kembali printer tersebut, sekarang pasanglah kabel yang menghubungkan printer dengan komputer, setelah itu hidupkan kembali printer anda dan siap untuk mencetak.
Jangan biarkan tinta pada cartridges Anda sampai habis total (Kering). Suntiklah cartridges tinta Anda sesegera mungkin sebelum habis total.
Jangan terlalu banyak mengisi tinta suntik pada cartridges cukup 5 sampai 8 tetes saja.
Gunakan Tisue untuk menahan serta membuang kelebihan tinta (Over Load) di Lubang NOZZLE ketika melakukan penyuntikan, bila terjadi OVERLOAD biarkan tinta tersebut keluar dengan sendirinya melalui lubang NOZZLE jangan di lap dengan tisue, sebab bisa menimbulkan kemacetan pada lubang NOZZLE.
Usahakan tidak melubangi atau memperbesar lubang udara pada cartridges tempat kita menyuntikan tinta, carilah jarum suntik yang berdiameter kecil agar bisa masuk melalui celah udara yang ada, kira-kira berdiameter 0,5 mm.
Gunakan tisue basah untuk membersihkan cartridges, terutama dibagian NOZZLE nya agar tidak meleber, bila menggunakan tissue kering kemungkinan partikel tissue akan menutup lubang NOZZLE dan Catridges menjadi macet.
Bila Masa Garansi Printer Anda sudah habis, rawatlah printer Anda dengan membersihkan spindle penarik kertas dengan kuas yang halus agar debu yang menempel tidak menghalangi Spindle tersebut.
Bila ada waktu bukalah printer Anda dan bersihkan selang pembuangan tinta beserta canvasnya, Perlu juga Anda ketahui bahwa EPROM yang berisi program printer, seperti BIOS di Motherboard menampung informasi tinta melalui tekanan udara ketika dia startup atau dihidupkan, bila selang pembuangan sisa tinta ini macet maka EPROM akan mengeluarkan pesan kerusakan pada printer sehingga printer tidak berfungsi lagi.
Kalau bisa jangan menghidupkan dan mematikan printer secara berulang-ulang, Bila printer sudah dihidupkan, biarkan saja dia hidup sampai anda tidak memerlukannya lagi. Perlu juga Anda ketahui bahwa setiap kali printer dihidupkan maka printer akan melakukan UNCLOG yaitu pembersihan lubang NOZZLE secara otomatis khususnya printer jenis INKJET, hal ini akan berakibat pada pemborosan tinta yang kita gunakan, cobalah anda bayangkan bila setiap kali UNCLOG printer menyerap tinta sebanyak 0,5 ml, maka dalam 60 kali UNCLOG proses tersebut telah membuang sekitar 30 ml tinta pada cartridges, ini sama saja dengan isi satu cartridges tersebut.
Belilah tinta suntik yang mempunyai daya serap yang sedang, hal ini dapat anda ketahui dengan meneteskan kira-kira 0,5 ml tinta tersebut pada kertas 80 gr tunggu kira-kira selama 30 detik, kemudian sentuhlah dengan jari tetesan tinta pada kertas tersebut. Bila tidak meleber atau pecah berarti tinta tersebut mempunyai daya serap yang tinggi, memang bagus akan tetapi bila kita menyuntikkan nya pada cartridges kemungkinan penyumbatan pada lubang NOZZLE juga tinggi. Yang terbaik menurut saya adalah daya serap tinta sebanyak 0,5 ml terhadap kertas 80 gr adalah sekitar 72 detik, dari mana saya mengetahui hal ini..? tentu saja melalui test terhadap beberapa merk tinta yang ada dipasaran, tidak percaya buktikan saja sendiri.
Test printer Anda dengan mencoba mencetak dokumen yang mempunyai sebanyak mungkin warna yang berlainan serta huruf-huruf berukuran besar sampai yang kecil untuk melihat hasil cetak printer Anda serta cobalah mencetak sebuah tabel seperti dokumen MS EXCEL, bila garis dari tabel tersebut terlihat ada yang patah berarti Anda harus mencobanya lagi sampai garis tersebut benar-benar rata
Dikutip dari
Bandung, Maret 2008
Komarudin Surya
suryatekno © 2008
S O F T W A R E
Possible
Impossible ===> I'm possible
Rabu, 08 April 2009
Fenomena Kegagalan Karyawan Baru
Fenomena Kegagalan Karyawan Baru
Sering kali kita mendapati karyawan yang baru masuk ke dalam suatu perusahaan hanya bertahan dalam jangka waktu yang pendek saja. Jika hal ini terjadi terus menerus tentunya kurang bagus, karena biaya dalam merekrut dan melatih karyawan baru tidaklah murah.
Lalu apa alasan kegagalan karyawan baru? Berikut ini adalah beberapa alasan utama yang saya temui, berikut solusi yang memungkinkan.
No Match
Alasan yang utama adalah kesalahan rekrutmen. Ini adalah kesalahan dari pihak perusahaan, dalam hal ini divisi SDM maupun manajer yang melakukan seleksi. Setelah direkrut, ternyata karyawan ini tidak memiliki skill maupun kualifikasi seperti yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.
Kesalahan ini bisa muncul mungkin karena CV yang menggiurkan dari pelamar, serta ditambah performa pelamar yang meyakinkan pada saat wawancara. Padahal dari wawancara saja belum bisa menentukan skill seseorang secara akurat. Solusi dari masalah ini adalah, pada saat wawancara Anda harus menanyakan hal-hal yang berkaitan langsung dengan masalah pekerjaan ataupun menguji skill-nya langsung di tempat.
Lack of Mentoring
Alasan lainnya yang mengakibatkan karyawan gagal adalah ia kurang memperoleh bimbingan yang tepat mengenai pekerjaannya, sehingga kurang bisa masuk dan beradaptasi dengan pekerjaan yang baru.
Kesalahan ini muncul karena pemimpin kurang memberikan arahan yang jelas, dan membiarkan karyawan baru untuk tidak terdampingi dalam menghadapi pekerjaan barunya. Solusi yang tepat adalah menyediakan asistensi bagi karyawan baru, sehingga ia bisa beradaptasi dengan lebih baik dengan pekerjaannya. Sementara itu, karyawan baru sendiri juga harus lihai dalam berusaha beradaptasi dan belajar mengenai pekerjaan barunya.
Lack of Recognition
Kurangnya penghargaan yang diperoleh karyawan terhadap usahanya bisa jadi alasan utama yang mengakibatkan karyawan hengkang. Penghargaan disini bisa berarti bahwa kontribusi kerjanya kurang diperhitungkan, sistem penilaian kinerja yang kurang fair, hingga kurangnya kesempatan karir.
Solusi yang tepat adalah dengan menyediakan sistem reward dan recognition yang fair, serta menciptakan jenjang karir yang menarik bagi karyawan.
Sering kali kita mendapati karyawan yang baru masuk ke dalam suatu perusahaan hanya bertahan dalam jangka waktu yang pendek saja. Jika hal ini terjadi terus menerus tentunya kurang bagus, karena biaya dalam merekrut dan melatih karyawan baru tidaklah murah.
Lalu apa alasan kegagalan karyawan baru? Berikut ini adalah beberapa alasan utama yang saya temui, berikut solusi yang memungkinkan.
No Match
Alasan yang utama adalah kesalahan rekrutmen. Ini adalah kesalahan dari pihak perusahaan, dalam hal ini divisi SDM maupun manajer yang melakukan seleksi. Setelah direkrut, ternyata karyawan ini tidak memiliki skill maupun kualifikasi seperti yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut.
Kesalahan ini bisa muncul mungkin karena CV yang menggiurkan dari pelamar, serta ditambah performa pelamar yang meyakinkan pada saat wawancara. Padahal dari wawancara saja belum bisa menentukan skill seseorang secara akurat. Solusi dari masalah ini adalah, pada saat wawancara Anda harus menanyakan hal-hal yang berkaitan langsung dengan masalah pekerjaan ataupun menguji skill-nya langsung di tempat.
Lack of Mentoring
Alasan lainnya yang mengakibatkan karyawan gagal adalah ia kurang memperoleh bimbingan yang tepat mengenai pekerjaannya, sehingga kurang bisa masuk dan beradaptasi dengan pekerjaan yang baru.
Kesalahan ini muncul karena pemimpin kurang memberikan arahan yang jelas, dan membiarkan karyawan baru untuk tidak terdampingi dalam menghadapi pekerjaan barunya. Solusi yang tepat adalah menyediakan asistensi bagi karyawan baru, sehingga ia bisa beradaptasi dengan lebih baik dengan pekerjaannya. Sementara itu, karyawan baru sendiri juga harus lihai dalam berusaha beradaptasi dan belajar mengenai pekerjaan barunya.
Lack of Recognition
Kurangnya penghargaan yang diperoleh karyawan terhadap usahanya bisa jadi alasan utama yang mengakibatkan karyawan hengkang. Penghargaan disini bisa berarti bahwa kontribusi kerjanya kurang diperhitungkan, sistem penilaian kinerja yang kurang fair, hingga kurangnya kesempatan karir.
Solusi yang tepat adalah dengan menyediakan sistem reward dan recognition yang fair, serta menciptakan jenjang karir yang menarik bagi karyawan.
Minggu, 05 April 2009
Melatih Pikiran Terbuka
“Berpikiran terbuka, akan membuka pikiran Anda. Jadi, Anda pikirkan saja.”
I
(Anda sudah membuka tips ini, janganlah berhenti pada judul. Teruslah membaca, pikiran Anda akan terbuka.)
Berdasarkan materi oleh: WikiHow
Pernahkan Anda, merasa diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain? Saat sesuatu terjadi pada diri Anda, pernahkah Anda merasa bahwa itu adalah sebuah ketidakadilan? Pernahkan Anda, merasa sangat benar dan orang lain salah? Pernahkah Anda merasa sangat ingin untuk mencemooh sesuatu?
Apa yang Anda rasakan mungkin benar, akan tetapi waspadalah untuk tetap selalu mencoba membuka pikiran Anda. Mengapa? Karena itu lebih menguntungkan. Karena itu juga lebih menyenangkan. Menjaga diri memang harus, tapi menjaga hati lebih harus.
Pikiran terbuka, atau open mind, atau open minded, atau being open minded, telah terbukti menjadi salah satu ciri dari karakter orang-orang besar dan sukses. Sikap open minded-lah yang telah menjadikan mereka orang yang besar dan sukses.
Cobalah Anda renungkan gambaran berikut ini.
Orang yang sangat kaya, tidak berbahagia karena kuantitas kekayaannya. Banyak uang bukanlah tentang ‘banyaknya uang’. Satu-satunya perihal kuantitatif yang melekat pada kebahagiaannya, adalah “kuantitas pilihan” sebagai konsekuensi dari kekayaannya.
“Mau beli apa lagi Saya hari ini?” “Siapa lagi yang mau Saya kasih uang?”
“Anak Saya sakit, baiknya masuk ke rumah sakit mana ya?”
Orang yang punya rumah banyak, tidak berbahagia karena kuantitas rumahnya. Kekayaannya terletak pada pilihan.
“Sayangku, weekend kali ini mau nginep di villa kita yang mana?”
Orang yang punya banyak mobil, tidak senang karena kuantitas mobilnya. Ia senang karena kuantitas pilihannya.
“Hari ini Aku mau pake Jaguar merah aja deh. Besok baru Ferrari yang biru.”
Orang yang berkuasa, hanya berbahagia jika ia memahami kuantitas dan kualitas pilihan yang muncul dari kekuasaannya.
“Dengan kuasa yang Saya punya, apa yang bisa Saya lakukan untuk membantu orang banyak?”
Bisakah kini Anda mengerti, betapa kayanya orang yang kaya? Maukah Anda mengetahui, resep apa yang mereka coba? Resep itu adalah berpikiran terbuka.
Menurut definisinya, open minded kurang lebih adalah: “Having or showing receptiveness to new and different ideas or the opinions of others.”
Berpikiran terbuka, akan
membuka pikiran Anda. Jadi, Anda pikirkan saja. Berpikiran terbuka akan mencegah pikiran buntu dan mampet. Berpikiran terbuka akan mencegah Anda dari berpikiran sempit. Anda bisa membayangkan, apa jadinya jika Anda selalu saja menolak buah pikir orang lain, menolak ide bawahan, atau bahkan menolak sesuatu yang orang pada umumnya menerima. Berpikiran terbuka akan mengeksplorasi pikiran Anda, sehingga Anda menjadi lebih kreatif, intuitif, dan reseptif. Itu artinya, makin tinggi pula peluang kesuksesan Anda.
Kreatif, tampil beda memang sebuah kelebihan. Akan tetapi, tidak sepatutnya hal itu membuat Anda menjadi orang yang berpikiran sempit dan senang mencemooh. Berpikiran terbuka, akan menjadikan Anda lebih cerdas, lebih berenergi, lebih sosial, lebih kreatif, dan tentu saja; lebih terbuka pada pengalaman dan cara pandang yang baru.
Bagaimana cara melatihnya, berikut ini tips mudahnya.
STIMULASI TELINGA ANDA DENGAN MUSIK BERBEDA
Stimulasilah telinga Anda dengan mendengarkan jenis musik, yang Anda jarang atau belum pernah mendengarnya. Belajarlah untuk mengapresiasinya. Dangdut, Keroncong, Gambang Kromong, Campursari, Classical, New Age, Zouk, Rap, Mariachi, Country, Afro-Blues dan sebagainya. Anda memang tak perlu menyukai atau mencanduinya. Anda hanya mencoba lebih terbuka dan belajar mengapresiasinya. Yang namanya musik, selalu menarik.
STIMULASI MATA ANDA DENGAN PANDANGAN BERBEDA
Nikmati memandang hal-hal yang berbeda. Cobalah menikmati berbagai bentuk seni visual. Sering-seringlah memandang segala sesuatu, yang bukan melulu kertas, layar monitor, wajah kolega, bawahan atau atasan, atau bahkan sekedar wallpaper di tembok kantor saja. Tontonlah film horor, jika selama ini Anda menghindarinya. Apapun yang menjadi objek pandangan Anda, sepanjang itu tidak buruk atau menjadikan dosa, sekalipun Anda tidak menyukainya, tetaplah berfungsi dengan sebaik-baiknya, yaitu menstimulasi dan memprovokasi pikiran Anda.
STIMULASI LIDAH ANDA DENGAN MAKANAN YANG BERBEDA
Yang penting halal dan enak. Cobalah Kebab Afrika. Nikmati sushi. Tinggal Anda pilih saja.
PELAJARI PERBEDAAN TENTANG ORANG DAN GAYA HIDUPNYA
Ingat, pelajari saja. Anda tidak perlu menjadi bagian darinya. Apalagi, jika itu memang tidak sesuai dengan sistem tata nilai Anda. Dengan belajar, wawasan Anda akan menjadi kaya. Pikiran Anda akan terbuka.
PELAJARI SESUATU YANG BARU
Basket, golf, terjun payung atau bungee jumping jika perlu.
Web design, internet, taichi, aikido.
Komunikasi, public speaking…
Dan seterusnya.
MILIKI KEMAMPUAN BARU
Berlatih juggling dengan tiga bola? Tidak mungkin? Tetaplah berlatih dengan pikiran terbuka. Anda bisa.
Berlatihlah sulap kartu. Pelajari ping-pong.
Tulislah puisi, cerpen atau novel.
Dan sebagainya.
SAAT BERADA DI ANTRIAN
Lakukan ini:
* Menghitung
* Mengingat
* Memperhatikan
* Membandingkan
Dan sebagainya.
“Buset dah, ini antrian panjang banget. Coba ada berapa orang sih…”
“Pintu exit di sana, tangga darurat di situ, toilet ke arah situ…”
“Ini yang namanya bar code ya? Gimana sih bikinnya… Kok cuman garis-garis tapi bisa di-scan trus keluar informasi sama harganya…”
“Kalo di bioskop yang sono sih, penontonnya tua-tua semua…”
IKUTI KELAS DAN EVENT YANG TIDAK UMUM
Ikuti kursus “Shalat Khusuk”
Ambil bagian di seminar “Sukses Bermodal Dengkul”
Jadilah peserta “Lomba Lari Mundur”
Ikut “Power Workshop E.D.A.N.”
Aktiflah di “Kelompok Penggemar Jangkrik”
Jangan tolak quesioner “Apakah Anda Sudah Gila?”
Dan sebagainya.
UBAH TEMPAT FAVORIT ANDA
Biasa ke Anyer? Cobalah Pulau Puteri.
Suka laut? Pergilah ke gunung.
Suka gunung? Ke laut aja.
Ubah juga rute yang menjadi kebiasaan Anda. Cobalah perjalanan baru. Kemudikanlah sendiri kendaraan Anda, dari Jakarta ke Medan umpamanya.
KEMBANGKAN KREATIFITAS ANDA
Kerjakan teka-teki silang dengan berbagai variasinya.
Mainkan jangan hanya solitaire, tapi juga spider solitaire.
Belajarlah menulis terbalik yang hanya bisa dibaca di depan kaca. Leonardo Da Vinci, melakukannya untuk semua catatannya.
Bongkar PC Anda dan rakit kembali. Lakukan overclok. Montiri kendaraan Anda sendiri.
Pakai pakaian yang Anda geli memakainya.
HADAPI KETAKUTAN ANDA
Takut bicara, bicaralah.
Takut ketinggian? Naiklah pesawat.
Apapun yang terjadi, ketakutan hanyalah perasaan. Dalam banyak kasus, ia tidak berakibat apa-apa kecuali hanya rasa takut Anda.
LATIHAN W.A.I.T
Katakan:
“What Am I Thinking?”
setiap kali Anda bisa melakukannya. Seperti sekarang misalnya?
PELAJARI PERSPEKTIF ORANG LAIN
Apa yang penting baginya?
Apa yang disadari dan tidak disadarinya?
Apakah pikirannya sama terbukanya dengan Anda?
Apa sih niat positif di belakang kelakuan orang ini?
Jika Anda selalu melihat gedung A dari sisi kiri jalan, cobalah melihatnya dari sisi kanan jalan, dan rasakan perbedaan persepsi Anda.
Jika Anda sering menonton TV bersama seseorang, matikan TV Anda dan mulailah mengobrol dengannya. Perpanjang waktu mengobrol Anda dan perpendek waktu menonton Anda. Mulailah rasakan bagaimana itu lebih nikmat daripada menonton televisi.
TIPS TAMBAHAN
Efisienlah dengan memilih aktivitas yang murah bagi Anda.
Efisienlah dengan waktu latihan Anda.
Jadilah berani. Jangan pernah malu jika itu memang tidak memalukan.
Jangan terdiskriminasi oleh trend atau mode. Pakaian Anda sudah ketinggalan jaman? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Sepatu Anda terlalu klasik atau konservatif? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Mobil Anda butut? Tidak, itu adalah sedan keluaran ‘84 favorit Anda. Modis, dan trendy.
WARNING
Be safe. Jagalah keselamatan diri dan hati Anda. Jagalah keselamatan hubungan Anda dengan siapa saja. Jangan memaksa untuk sesuatu yang terlalu berat untuk Anda. Ingatlah bahwa tujuan memiliki pikiran terbuka, adalah mengembangkan pikiran yang sempit. Jangan sampai, pikiran Anda malah tambah sempit.
KESIMPULAN
Prinsip dasar dari semua latihan ini, adalah mencoba terbuka dan menjadi terbuka. Menemukan hal baru, belajar keahlian baru, belajar cara berpikir yang baru. Lakukanlah dengan kreatif. Lakukanlah dengan impulsif. Lakukan dengan terbuka. Lakukanlah apa yang belum tercantum di dalam daftar ini.
Setiap keputusan yang Anda buat di dalam hidup, didasarkan pada sistem tata nilai dan keyakinan Anda. Untuk menjadikan pikiran Anda lebih terbuka, mulailah dari dasar sistem tata nilai dan keyakinan Anda. Kemudian bertanyalah, “Mengapa Saya meyakininya?” Kemudian tanya juga diri Anda, apa yang terjadi pada diri Anda jika Anda tidak lagi meyakininya, dan meyakini hal baru yang bisa jadi sangat berbeda.
Bertanyalah pada orang lain tentang apa yang diyakininya. Tanyakan pada mereka, bagaimana mereka bisa memperolehnya. Pahamilah perbedaannya dari diri Anda.
Maka temukanlah bahwa Anda, dengan sistem tata nilai dan keyakinan Anda, adalah absolut uniknya. Begitu pula mereka. Sistem tata nilai dan keyakinan teman Anda adalah unik bagi mereka. Anda sendiri, pada dasarnya adalah Anda yang “Gue banget.” Mereka pun, “Mereka banget.”
Pikiran terbuka akan menangguk kenyamanan menghadapi berbagai perbedaan. Pikiran terbuka memberi pilihan lensa untuk suatu objek pemotretan. Pikiran terbuka, akan memperkaya pilihan. Itulah yang dapat membuat Anda sukses dan berjaya.
I
(Anda sudah membuka tips ini, janganlah berhenti pada judul. Teruslah membaca, pikiran Anda akan terbuka.)
Berdasarkan materi oleh: WikiHow
Pernahkan Anda, merasa diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain? Saat sesuatu terjadi pada diri Anda, pernahkah Anda merasa bahwa itu adalah sebuah ketidakadilan? Pernahkan Anda, merasa sangat benar dan orang lain salah? Pernahkah Anda merasa sangat ingin untuk mencemooh sesuatu?
Apa yang Anda rasakan mungkin benar, akan tetapi waspadalah untuk tetap selalu mencoba membuka pikiran Anda. Mengapa? Karena itu lebih menguntungkan. Karena itu juga lebih menyenangkan. Menjaga diri memang harus, tapi menjaga hati lebih harus.
Pikiran terbuka, atau open mind, atau open minded, atau being open minded, telah terbukti menjadi salah satu ciri dari karakter orang-orang besar dan sukses. Sikap open minded-lah yang telah menjadikan mereka orang yang besar dan sukses.
Cobalah Anda renungkan gambaran berikut ini.
Orang yang sangat kaya, tidak berbahagia karena kuantitas kekayaannya. Banyak uang bukanlah tentang ‘banyaknya uang’. Satu-satunya perihal kuantitatif yang melekat pada kebahagiaannya, adalah “kuantitas pilihan” sebagai konsekuensi dari kekayaannya.
“Mau beli apa lagi Saya hari ini?” “Siapa lagi yang mau Saya kasih uang?”
“Anak Saya sakit, baiknya masuk ke rumah sakit mana ya?”
Orang yang punya rumah banyak, tidak berbahagia karena kuantitas rumahnya. Kekayaannya terletak pada pilihan.
“Sayangku, weekend kali ini mau nginep di villa kita yang mana?”
Orang yang punya banyak mobil, tidak senang karena kuantitas mobilnya. Ia senang karena kuantitas pilihannya.
“Hari ini Aku mau pake Jaguar merah aja deh. Besok baru Ferrari yang biru.”
Orang yang berkuasa, hanya berbahagia jika ia memahami kuantitas dan kualitas pilihan yang muncul dari kekuasaannya.
“Dengan kuasa yang Saya punya, apa yang bisa Saya lakukan untuk membantu orang banyak?”
Bisakah kini Anda mengerti, betapa kayanya orang yang kaya? Maukah Anda mengetahui, resep apa yang mereka coba? Resep itu adalah berpikiran terbuka.
Menurut definisinya, open minded kurang lebih adalah: “Having or showing receptiveness to new and different ideas or the opinions of others.”
Berpikiran terbuka, akan
membuka pikiran Anda. Jadi, Anda pikirkan saja. Berpikiran terbuka akan mencegah pikiran buntu dan mampet. Berpikiran terbuka akan mencegah Anda dari berpikiran sempit. Anda bisa membayangkan, apa jadinya jika Anda selalu saja menolak buah pikir orang lain, menolak ide bawahan, atau bahkan menolak sesuatu yang orang pada umumnya menerima. Berpikiran terbuka akan mengeksplorasi pikiran Anda, sehingga Anda menjadi lebih kreatif, intuitif, dan reseptif. Itu artinya, makin tinggi pula peluang kesuksesan Anda.
Kreatif, tampil beda memang sebuah kelebihan. Akan tetapi, tidak sepatutnya hal itu membuat Anda menjadi orang yang berpikiran sempit dan senang mencemooh. Berpikiran terbuka, akan menjadikan Anda lebih cerdas, lebih berenergi, lebih sosial, lebih kreatif, dan tentu saja; lebih terbuka pada pengalaman dan cara pandang yang baru.
Bagaimana cara melatihnya, berikut ini tips mudahnya.
STIMULASI TELINGA ANDA DENGAN MUSIK BERBEDA
Stimulasilah telinga Anda dengan mendengarkan jenis musik, yang Anda jarang atau belum pernah mendengarnya. Belajarlah untuk mengapresiasinya. Dangdut, Keroncong, Gambang Kromong, Campursari, Classical, New Age, Zouk, Rap, Mariachi, Country, Afro-Blues dan sebagainya. Anda memang tak perlu menyukai atau mencanduinya. Anda hanya mencoba lebih terbuka dan belajar mengapresiasinya. Yang namanya musik, selalu menarik.
STIMULASI MATA ANDA DENGAN PANDANGAN BERBEDA
Nikmati memandang hal-hal yang berbeda. Cobalah menikmati berbagai bentuk seni visual. Sering-seringlah memandang segala sesuatu, yang bukan melulu kertas, layar monitor, wajah kolega, bawahan atau atasan, atau bahkan sekedar wallpaper di tembok kantor saja. Tontonlah film horor, jika selama ini Anda menghindarinya. Apapun yang menjadi objek pandangan Anda, sepanjang itu tidak buruk atau menjadikan dosa, sekalipun Anda tidak menyukainya, tetaplah berfungsi dengan sebaik-baiknya, yaitu menstimulasi dan memprovokasi pikiran Anda.
STIMULASI LIDAH ANDA DENGAN MAKANAN YANG BERBEDA
Yang penting halal dan enak. Cobalah Kebab Afrika. Nikmati sushi. Tinggal Anda pilih saja.
PELAJARI PERBEDAAN TENTANG ORANG DAN GAYA HIDUPNYA
Ingat, pelajari saja. Anda tidak perlu menjadi bagian darinya. Apalagi, jika itu memang tidak sesuai dengan sistem tata nilai Anda. Dengan belajar, wawasan Anda akan menjadi kaya. Pikiran Anda akan terbuka.
PELAJARI SESUATU YANG BARU
Basket, golf, terjun payung atau bungee jumping jika perlu.
Web design, internet, taichi, aikido.
Komunikasi, public speaking…
Dan seterusnya.
MILIKI KEMAMPUAN BARU
Berlatih juggling dengan tiga bola? Tidak mungkin? Tetaplah berlatih dengan pikiran terbuka. Anda bisa.
Berlatihlah sulap kartu. Pelajari ping-pong.
Tulislah puisi, cerpen atau novel.
Dan sebagainya.
SAAT BERADA DI ANTRIAN
Lakukan ini:
* Menghitung
* Mengingat
* Memperhatikan
* Membandingkan
Dan sebagainya.
“Buset dah, ini antrian panjang banget. Coba ada berapa orang sih…”
“Pintu exit di sana, tangga darurat di situ, toilet ke arah situ…”
“Ini yang namanya bar code ya? Gimana sih bikinnya… Kok cuman garis-garis tapi bisa di-scan trus keluar informasi sama harganya…”
“Kalo di bioskop yang sono sih, penontonnya tua-tua semua…”
IKUTI KELAS DAN EVENT YANG TIDAK UMUM
Ikuti kursus “Shalat Khusuk”
Ambil bagian di seminar “Sukses Bermodal Dengkul”
Jadilah peserta “Lomba Lari Mundur”
Ikut “Power Workshop E.D.A.N.”
Aktiflah di “Kelompok Penggemar Jangkrik”
Jangan tolak quesioner “Apakah Anda Sudah Gila?”
Dan sebagainya.
UBAH TEMPAT FAVORIT ANDA
Biasa ke Anyer? Cobalah Pulau Puteri.
Suka laut? Pergilah ke gunung.
Suka gunung? Ke laut aja.
Ubah juga rute yang menjadi kebiasaan Anda. Cobalah perjalanan baru. Kemudikanlah sendiri kendaraan Anda, dari Jakarta ke Medan umpamanya.
KEMBANGKAN KREATIFITAS ANDA
Kerjakan teka-teki silang dengan berbagai variasinya.
Mainkan jangan hanya solitaire, tapi juga spider solitaire.
Belajarlah menulis terbalik yang hanya bisa dibaca di depan kaca. Leonardo Da Vinci, melakukannya untuk semua catatannya.
Bongkar PC Anda dan rakit kembali. Lakukan overclok. Montiri kendaraan Anda sendiri.
Pakai pakaian yang Anda geli memakainya.
HADAPI KETAKUTAN ANDA
Takut bicara, bicaralah.
Takut ketinggian? Naiklah pesawat.
Apapun yang terjadi, ketakutan hanyalah perasaan. Dalam banyak kasus, ia tidak berakibat apa-apa kecuali hanya rasa takut Anda.
LATIHAN W.A.I.T
Katakan:
“What Am I Thinking?”
setiap kali Anda bisa melakukannya. Seperti sekarang misalnya?
PELAJARI PERSPEKTIF ORANG LAIN
Apa yang penting baginya?
Apa yang disadari dan tidak disadarinya?
Apakah pikirannya sama terbukanya dengan Anda?
Apa sih niat positif di belakang kelakuan orang ini?
Jika Anda selalu melihat gedung A dari sisi kiri jalan, cobalah melihatnya dari sisi kanan jalan, dan rasakan perbedaan persepsi Anda.
Jika Anda sering menonton TV bersama seseorang, matikan TV Anda dan mulailah mengobrol dengannya. Perpanjang waktu mengobrol Anda dan perpendek waktu menonton Anda. Mulailah rasakan bagaimana itu lebih nikmat daripada menonton televisi.
TIPS TAMBAHAN
Efisienlah dengan memilih aktivitas yang murah bagi Anda.
Efisienlah dengan waktu latihan Anda.
Jadilah berani. Jangan pernah malu jika itu memang tidak memalukan.
Jangan terdiskriminasi oleh trend atau mode. Pakaian Anda sudah ketinggalan jaman? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Sepatu Anda terlalu klasik atau konservatif? Tidak, itu modis dan trendy untuk Anda. Mobil Anda butut? Tidak, itu adalah sedan keluaran ‘84 favorit Anda. Modis, dan trendy.
WARNING
Be safe. Jagalah keselamatan diri dan hati Anda. Jagalah keselamatan hubungan Anda dengan siapa saja. Jangan memaksa untuk sesuatu yang terlalu berat untuk Anda. Ingatlah bahwa tujuan memiliki pikiran terbuka, adalah mengembangkan pikiran yang sempit. Jangan sampai, pikiran Anda malah tambah sempit.
KESIMPULAN
Prinsip dasar dari semua latihan ini, adalah mencoba terbuka dan menjadi terbuka. Menemukan hal baru, belajar keahlian baru, belajar cara berpikir yang baru. Lakukanlah dengan kreatif. Lakukanlah dengan impulsif. Lakukan dengan terbuka. Lakukanlah apa yang belum tercantum di dalam daftar ini.
Setiap keputusan yang Anda buat di dalam hidup, didasarkan pada sistem tata nilai dan keyakinan Anda. Untuk menjadikan pikiran Anda lebih terbuka, mulailah dari dasar sistem tata nilai dan keyakinan Anda. Kemudian bertanyalah, “Mengapa Saya meyakininya?” Kemudian tanya juga diri Anda, apa yang terjadi pada diri Anda jika Anda tidak lagi meyakininya, dan meyakini hal baru yang bisa jadi sangat berbeda.
Bertanyalah pada orang lain tentang apa yang diyakininya. Tanyakan pada mereka, bagaimana mereka bisa memperolehnya. Pahamilah perbedaannya dari diri Anda.
Maka temukanlah bahwa Anda, dengan sistem tata nilai dan keyakinan Anda, adalah absolut uniknya. Begitu pula mereka. Sistem tata nilai dan keyakinan teman Anda adalah unik bagi mereka. Anda sendiri, pada dasarnya adalah Anda yang “Gue banget.” Mereka pun, “Mereka banget.”
Pikiran terbuka akan menangguk kenyamanan menghadapi berbagai perbedaan. Pikiran terbuka memberi pilihan lensa untuk suatu objek pemotretan. Pikiran terbuka, akan memperkaya pilihan. Itulah yang dapat membuat Anda sukses dan berjaya.
10 Ciri Orang Yang Berpikiran Positif
10 Ciri Orang Yang Berpikiran Positif Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup kan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (No Action Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action Concept Only), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny), NASO (No Acton Strategy Only)
Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan, " dan "Dia memang berbakat."
Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak
Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. NARO (No Action Review Only), NADO (No Action Dream Only), NATO (No Action Talk Only), NACO (No Action Concept Only), NABO (No Action Briefing Only), NAMO (No Action Meeting Olny), NASO (No Acton Strategy Only)
Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan, " dan "Dia memang berbakat."
Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Langganan:
Postingan (Atom)