Selamat merayakan hari ulang tahun / hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia pada lebih dari 2000 tahun yang lalu.
Hadir sebagai, Juru selamat, Raja damai, Penasehat Ajaib, nabi penggenap (nabi yang memenuhi segala stándar-stándar hukum ALLAH, tak seorang pun manusia mampu memenuhi hukum/perintah ALLAH, kalau bukan berasal dari ALLAH) bagi orang-orang yang mau percaya dan menerima-Nya untuk bertahta dihati mereka.
Sekarang, semakin jelas diketahui bahwa dunia banyak sekali melakukan kebohongan-kebohongan dengan menyatakan suatu pernyataan menurut dunia adalah suatu fakta/hikmat mereka yang bertujuan untuk menentang kehendak ALLAH. ALLAH yang mampu turun tangan sendiri untuk datang ke dunia mengambil rupa seorang manusia dan melakukan kasih-Nya untuk memberikan keselamatan bagi orang2 yang terkasih dan percaya pada-Nya. Hal ini tidak bisa diterima akal/himat dunia.
Percaya kepada ALLAH, berarti percaya ALLAH memiliki kuasa tanpa batas,
Percaya kepada ALLAH, berarti percaya ALLAH maha hadir,
Percaya kepada ALLAH, berarti percaya bahwa ALLAH pada saat yang bersamaan di tempat yang berbeda, DIA ada.
Pada saat yang bersamaan, ALLAH yang hadir di tahta kerajaan sorga-Nya, memperkenalkan diri-NYA sebagai ALLAH BAPA, ALLAH yang hadir di dunia mengambil rupa sebagai hamba, memperkenalkan diri-Nya ALLAH ANAK yang menyebut dirinya YESUS KRISTUS (MESIAS/RAJA yang diurapi sebagai JURU SLAMAT umat manusia) dan ALLAH yang juga bersifat ROH, yang memberikan bimbingan di dalam hati nurani manusia, menuntut jiwa dan roh manusia untuk berada di dalam kehidupan yang kudus dan kebenaran, agar setiap orang2 yang dikasihi-NYA tetap berada di dekat-NYA, memperkenalkan diri-NYA sebagai ALLAH ROH KUDUS.
Kekuasaan ALLAH inilah yang tidak bisa diterima oleh manusia yang berasal dari dunia dengan mengatakan ketidak-mungkinan hal ini bisa terjadi.
Bagi DIA, apa yang tidak mungkin bagi manusia adalah suatu kemungkinan bagi ALLAH.
Hari ini / hari yang penuh dengan sukacita, secara pribadi dan untuk selama-lamanya, saya tetap memilih DIA sebagai TUHAN, RAJA di raja, TUAN di atas tuan, PENGUASA segala penguasa, karena hanya DIA-lah yang layak disembah. Bagaimana dengan saudara/i?
Sukacita Natal
“Apa yang ada di belakang dan di depan kita adalah persoalan kecil, dibanding dengan yang ada di dalam hati kita.” Demikian untaian kata yang dirangkai oleh Oliver Wendell Holmes (1809-1894), sang penyair sekaligus dokter dari negeri Paman Sam. Pernyataan tersebut mengingatkan betapa seringnya kita mengalami hal-hal negatif justru karena faktor di dalam bukan di luar diri kita. Contohnya banyak orang mengalami ketakutan yang berlebihan. Tapi setelah dicermati ternyata itu hanya perasaan takut yang tidak berdasar. Atau ada sebagian orang lagi yang tidak pernah merasakan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak memiliki hal-hal yang cukup membuat mereka bahagia. Sebaliknya meski mereka mempunyai banyak alasan untuk berbahagia mereka selalu merasa diri mereka orang yang paling malang. Memang sikap hati dan cara pandang lebih menentukan ketimbang apa yang kita alami.
Tokoh-tokoh natal adalah pribadi-pribadi yang patut diteladani, karena mereka memiliki sikap hati dan cara pandang yang benar sehubungan dengan natal. Yusuf, Maria, para gembala, dan para Majus penuh dengan sukacita ketika mereka menyembah Bayi Yesus meski sosok Yesus jauh dari konsep Mesias yang diidam-idamkan oleh sebagian besar orang Israel. Meski Maria harus melahirkan Sang Mesias di kandang yang kumuh dan bau, namun ia tetap bersukacita. Walau Raja di raja dibaringkan dalam palungan yang kotor tapi para gembala itu tetap penuh bahagia selepas menyembah-Nya (Luk. 2:20). Orang Majus yang telah menempuh perjalanan nan panjang tetap bergembira ria meski menjumpai Yesus bukan di istana mewah tapi rumah bersahaja (Mat. 2:10). Mereka, para tokoh natal pertama, memiliki sukacita natal meski berhak kecewa karena Sang Bayi Natal tak lahir dalam situasi yang glamor dan megah. Sikap itu mereka miliki karena mereka percaya bahwa Bayi itulah Mesias yang dijanjikan, Sang Juru Selamat umat manusia.
Mungkin di antara Anda ada yang melewati natal tahun ini dalam suasana yang kurang menyenangkan. Mungkin Anda sedang dirundung masalah rumah tangga, atau Anda sedang terbaring lemah karena sakit. Atau pun Anda sedang dililit persoalan keuangan, atau baru ditinggalkan orang yang dikasihi. Meski demikian, mari kita tetap merayakan natal dengan penuh sukacita. Sebab persoalan natal bukanlah di luar diri kita, tapi di dalam diri kita. Yaitu Kristus, Sang Juru Selamat yang lahir di hati kita telah memberikan keselamatan dan kedamaian. Oleh sebab itu tiada hal yang menghalangi kita untuk bersukacita. – PWY
Tibi gloria, IXTUS (bagi-MU kemuliaan, YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH, JURU S’LAMAT)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar